Langsung ke konten
Rumah adat Batak beratap pelana di Museum Huta Bolon, Simanindo

Simanindo & Museum Huta Bolon

Rumah raja yang menjadi museum, dengan tarian di pagi hari

Simanindo terletak di ujung utara Samosir, kira-kira dua puluh kilometer dari Tuk Tuk menyusuri pesisir. Museum Huta Bolon di sini menempati bekas kompleks Raja Sidauruk, seorang penguasa setempat, dan telah dibuka untuk pengunjung sejak 1969. Inilah desa tradisional yang paling terawat di pulau ini.

Sebaris rumah Batak besar — rumah bolon — menghadap deretan lumbung padi di seberang halaman berlapis batu, persis seperti tata letak kampung seorang raja. Rumah utama, berhias bubungan berukir dan bercat serta dahulu digantungi tanduk kerbau yang menandai generasi keluarga, menyimpan koleksi perkakas rumah tangga, senjata, tongkat ritual, ukiran kayu, dan tekstil. Sebuah perahu kerajaan, cukup panjang untuk puluhan pendayung, tersimpan di bawah atapnya sendiri tak jauh dari sana.

Hal terbaik untuk dilakukan di Simanindo & Museum Huta Bolon

Menonton pertunjukan tari pagi

Tarian tradisional dipentaskan di halaman desa, biasanya menjelang siang dari Senin hingga Sabtu dan sedikit lebih siang pada hari Minggu. Acaranya menampilkan serangkaian tari tor-tor yang semula terkait dengan upacara ritual dan ditutup dengan boneka Sigale-gale. Pertunjukan bisa ditiadakan bila pengunjung sangat sedikit, jadi mintalah pihak wisma memastikannya sehari sebelumnya.

Menjelajahi rumah museum

Di dalam rumah utama, carilah kepala singa berukir pada fasad, tongkat sakti para datu (pendeta-tabib), dan kalender dari buku kulit kayu yang dipakai untuk memilih hari baik. Keterangannya singkat; pemandu sepadan dengan sedikit biaya tambahannya.

Membaca ukiran

Bubungan rumah dipenuhi gorga: ornamen sulur-suluran berwarna merah, putih, dan hitam dengan cicak, payudara, dan wajah raksasa, masing-masing bermakna pelindung. Simanindo adalah tempat terbaik di Samosir untuk memotretnya dari jarak dekat.

Melanjutkan perjalanan mengitari bagian atas pulau

Selepas Simanindo, jalan membelok ke barat menyusuri pesisir utara yang lebih sepi menuju pantai Parbaba dan Pangururan. Sebuah feri kecil juga menyeberang dari Simanindo ke Tigaras di daratan, jalan pintas yang berguna menuju Sipiso-piso dan Berastagi.

Para penari berbusana Batak tampil di halaman Huta Bolon, SimanindoLemari pajang di dalam Museum Huta Bolon di Simanindo

Cara menuju Simanindo & Museum Huta Bolon

  • Dari Tuk Tuk: 35–45 menit dengan skuter atau mobil menyusuri pesisir timur lewat Ambarita. Jalannya beraspal, dengan beberapa ruas yang rusak.
  • Dengan angkutan umum: minibus melayani jalan pesisir antara Tomok dan Pangururan dan akan menurunkan Anda di simpang museum, tetapi jarang lewat pada sore hari.
  • Dengan tur: paket Samosir beberapa hari yang lebih panjang umumnya singgah di sini; wisata sehari dari Medan tidak punya cukup waktu.

Tips orang dalam

  • Datanglah setengah jam sebelum tarian untuk melihat rumah-rumah dengan tenang dan mendapat tempat duduk di tempat teduh.
  • Ada tiket masuk, dengan harga lebih tinggi bila termasuk pertunjukan. Bawalah uang tunai.
  • Isi bensin di Ambarita jika Anda berencana melanjutkan ke Pangururan.
  • Museum tutup atau sangat sepi pada beberapa hari libur nasional — tanyakan di tempat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Tur & tiket terbaik untuk Simanindo & Museum Huta Bolon

Pengalaman berikut adalah cara termudah untuk melihat Simanindo & Museum Huta Bolon:

Semenanjung Tuk Tuk di Pulau Samosir terlihat dari danau Tur beberapa hari mulai €233
🕒 3 hari 📍 Dari Medan

3 Hari Danau Toba dengan Pulau Samosir, Air Terjun & Budaya

Tiga hari dari Medan ke Danau Toba dan Pulau Samosir, dengan desa-desa Batak, sebuah air terjun, dan waktu santai di tepi danau. Tiga hari adalah lama perjalanan yang kami sarankan untuk kunjungan pertama, karena Anda mendapat satu hari penuh di pulau, bukan hanya beberapa jam.

  • Tiga hari dari Medan ke danau dan Samosir
  • Desa-desa Batak tradisional
  • Waktu untuk bersantai di tepi air
Mobil-mobil di geladak feri yang menuju Pulau Samosir Tur beberapa hari mulai €317
🕒 4 hari 📍 Dari Medan ⭐ 4.7 (4)

Medan: Paket Tur Danau Toba 4 Hari 3 Malam Termasuk Hotel

Putaran empat hari tiga malam dari Medan yang mencakup Parapat, Samosir, dan kota dataran tinggi Karo, Berastagi, dengan hotel sudah termasuk dalam harga — cara paling sederhana untuk menikmati rute klasik Sumatera Utara tanpa memesan sendiri setiap malamnya.

  • Parapat, Samosir, dan Berastagi dalam satu putaran
  • Termasuk hotel
  • Dinilai 4,7 oleh para pengulas pertamanya

Ketersediaan terkini: tur di sekitar Simanindo & Museum Huta Bolon

Powered by GetYourGuide
Rencanakan hari-hari Anda di Danau Toba

Biarkan orang lain yang mengurus perjalanan panjang dari Medan ke Samosir

Seberangi danau vulkanik terbesar di dunia dengan feri, duduk di kursi batu para raja Batak, berdiri di atas terjunan 120 meter Sipiso-piso, dan berenang dari dermaga penginapan Anda di Tuk Tuk. Bandingkan tur yang tersedia dan pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Tanya jawab Simanindo & Museum Huta Bolon

Pertanyaan yang sering diajukan

Pukul berapa tarian di Simanindo?

Secara tradisi menjelang siang, sekitar pukul setengah sebelas dari Senin hingga Sabtu dan mendekati tengah hari pada hari Minggu. Jadwal berubah dan pertunjukan bisa dibatalkan bila pengunjung sedikit, jadi pastikan di tempat.

Apakah Simanindo sepadan dengan perjalanan dari Tuk Tuk?

Ya, jika Anda tertarik pada arsitektur Batak atau ingin melihat tarian di lingkungan desa yang sesungguhnya, bukan di hotel. Perjalanan menyusuri pesisir ke sana sudah separuh dari kenikmatannya.

Berapa lama waktu yang perlu saya sediakan?

Satu jam untuk museum dan rumah-rumah, ditambah sekitar 45 menit untuk pertunjukan.